PROFIL WAWAN WKWK NADIEM EDITED

Wawan Kurniawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan wawan lahir di Jakarta 25 juli 2000 dari pasangan Djoko Susilo dan Surasiatun. Ia adalah anak dari dua bersaudara asal Lendah, Kulon progo, Djoko Susilo. Ayahnya seorang pekerja wiraswasta dengan tingkat pendidikan terakhir SMA.

Meski Wawan  adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, ia tidak berperilaku manja. Justru ia tetap menunjukkan kemandiriannya. Setelah meluluskan jenjang pendidikan dasar dan menengahnya di Lendah, ia melanjutkan SMK- nya di Bantul . Bahkan tak hanya di situ kemandiriannya, lulus dari SMK 1 Sanden, ia pergi ke Kota Madya untuk melanjutkan pendidikannya di Poltekkes.

Pria lulusan SMK ini memilih untuk beralih di bidang Kesehatan, Wawan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk terjun ke dunia kerja. Berbekal ijazah SMK yang dimilikinya, Wawan direkrut di Operator Computing Progam, sebuah lembaga berbasis Web yang berada di daerah Unknown. Di perusahaan ini, ia menghabiskan waktu 1 Bulan dan melanjutkan progam study di Poltekkes.

Dari latar belakang seorang ayah dan ibu yang bukan berasal dari kalangan pengusaha, Nadiem banting setir memilih jalur yang berbeda dari latar belakang keluarganya itu, naluri bisnis Nadiem memang sangat tajam. Ia dapat melihat sebuah peluang bisnis yang cocok dan dapat membantu banyak warga Indonesia.

Bermula dari pengalaman pribadinya kembali ke Jakarta untuk bekerja yang mempertemukan dirinya dengan kemacetan dan dengan jiwa enterpreneurshipnya itulah, pada 2011, ia mulai merintis perusahaan milik sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK, pesan ojek secara online.

Nadiem mengaku ia angkat kaki dari perusahaan sebelumnya haya karena ia tidak betah bekerja di perusahaan orang lain. Ia ingin mengontrol dirinya sendiri. Nadiem dengan cerdas memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada untuk kemudahan para pelanggan GO-JEK-nya. Aplikasi GO-JEK pun sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

Dalam perkembangannya, seperti dilihat dalam akun Go-Jek, GO-JEK tak hanya sebagai tarnsportasi online penumpang, tapi ia berkembang menjadi jasa antar barang (Go-Send), makanan (Go-Food), alat kesehatan, massage, dan kebersihan (Go-Clean). Kini Go-JEK sudah memiliki 200 ribu partner pengemudi motor dan mobil, 35 ribu merchant Go Food, dan 3.000 penyedia layanan lainnya. (BL/DN)


PENDIDIKAN
SD, Jakarta
SMA,  Singapura
S1, International Relations di Brown University, Amerika Serikat.
S2, Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of   Administration)

KARIER
Karyawan, Management Consutant Mckinsey & Company, tiga tahun
Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia
Chief Innovation Officer Kartuku
CEO GO-JEK

Komentar